← Back to Archive

Pemerataan Layanan Primer di Era Pembiayaan JKN: Sebuah Tinjauan Literatur

Agung Anugerah — Monash University, Indonesia

Layanan Primer Jaminan Kesehatan Nasional Universal Health Coverage Pemerataan

Abstract

Layanan Primer (LP) merupakan cara paling efektif biaya dalam mewujudkan Universal Health Coverage. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pembiayaan kesehatan di era JKN terhadap Layanan Primer yang lebih merata. Penelitian ini menggunakan metode Tinjauan Literatur. Dalam periode 2014-2024, jumlah FKTP mitra BPJS meningkat 28,3% (18.450 ke 23.682) dan kunjungan sakit melonjak 3,8 kali lipat (66,8 juta ke 260,5 juta) dengan akses ke layanan spesifik seperti layanan ibu hamil meningkat. Dampaknya, pengeluaran out-of-pocket (OOP) masyarakat turun dari 43,7% menjadi 28,3%, disertai penurunan hambatan akses kelompok perempuan dan rural dari 46,5% (2007) ke 39,0% (2017). LP di era JKN mengalami pertumbuhan dan pemerataan yang signifikan. Akan tetapi, data survei menunjukkan penggunaan akses ke LP lebih banyak pada masyarakat mampu. Tantangan pemerataan akses terhadap LP bersumber dari masalah kepesertaan dan ketimpangan infrastruktur kesehatan. Program PBI kerap tidak tepat sasaran sementara kelompok PBPU kerap terjebak sebagai kelompok missing middle yang tidak mengaktifkan BPJS. Ketimpangan struktural antara masyarakat yang memanfaatkan JKN juga berdampak terhadap ketimpangan akses LP. Penduduk di daerah tertinggal tidak memiliki alternatif selain mengakses fasilitas kesehatan dengan sarana dan prasarana yang juga terbatas. Penduduk di wilayah pinggiran, ekonomi rendah, dan multi-morbiditas mengalami pengeluaran OOP yang lebih besar. Upaya pembangunan kesehatan yang lebih merata dan adil di era JKN perlu dikuatkan dengan kerjasama lintas sektor. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai distribusi akses; kualitas; dan jangkauan LP yang bekerja sama dengan BPJS serta faktor yang mempengaruhi ketimpangan akses dan utilisasi LP antar dimensi ketimpangan.