EVALUASI EKONOMI APLIKASI HARKIT iCARE PADA PREVENSI SEKUNDER PASKA SINDROM KORONER AKUT
Susandy Oetama — RSUD Hadji Boejasin Pelaihari
Abstract
Aplikasi mHealth berpotensi menurunkan angka rekurensi sindrom koroner akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekonomi layanan standar disertai monitoring menggunakan aplikasi HARKIT iCARE dibandingkan dengan layanan standar pada prevensi sekunder paska sindrom koroner akut. Desain studi menggunakan perspektif sosietal dalam uji klinis acak tersamar yang melibatkan 106 pasien paska sindrom koroner akut di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dari bulan Juni-Desember 2022. Randomisasi menggunakan metode permutasi blok acak. Durasi tindak lanjut selama enam bulan. Nilai utilitas kesehatan dinilai menggunakan kuesioner EQ-5D-5L yang dikonversi menjadi quality adjusted life years. Luaran penelitian berupa analisis utilitas biaya dan analisis efektivitas biaya dalam bentuk incremental cost effectiveness ratio. Hasil penelitian menunjukkan biaya lain-lain (Δ rerata Rp 3.319.179, SE Rp 3.342.412, p = 0,017) dan biaya non-kesehatan (Δ rerata Rp 922.612, SE Rp 1.031.003, p = 0,005) lebih besar pada kelompok HARKIT iCARE dibandingkan kelompok layanan standar. Permodelan Markov disusun dengan jangka waktu lima tahun dan siklus 30 hari. Total biaya dan nilai utilitas kesehatan memperhitungkan diskon sebesar 3%. Dilakukan analisis bootstrapping 10.000 kali simulasi untuk menghitung rerata dan interval kepercayaan 95%. Quality adjusted life years lebih tinggi pada kelompok HARKIT iCARE (3,23 vs 3,06, Δ rerata 0,17) dengan total biaya keseluruhan yang juga lebih tinggi (Rp 5.495.920.454 vs Rp 5.041.510.027, Δ rerata Rp 454.410.427). Incremental cost effectiveness ratio per quality adjusted life years analisis utilitas biaya sebesar Rp 2.673.002.511 melebihi batas kesediaan membayar berdasarkan tiga kali lipat produk domestik bruto per kapita Indonesia pada tahun 2023 yaitu Rp 225.000.000. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada kematian segala sebab (adjusted RR 0,62, IK 95% 0,12-3,29, p = 0,574) dan kejadian kardiovaskular mayor (adjusted RR 0,90, IK 95% 0,33-2,42, p = 0,833). Layanan standar disertai monitoring aplikasi HARKIT iCARE tidak efektif secara biaya atau hemat biaya jika dibandingkan layanan standar pada prevensi sekunder paska SKA.