PENGELUARAN ROKOK DAN PERGESERAN ALOKASI PANGAN BERGIZI PADA RUMAH TANGGA PRA-LANSIA DAN LANSIA DI INDONESIA
ERNIS ASANTI — Universitas Jenderal Soedirman
Abstract
Di tengah tingginya prevalensi merokok di Indonesia, peningkatan jumlah penduduk pra-lansia dan lansia dihadapkan pada risiko pergeseran anggaran rumah tangga dari pangan bergizi ke pengeluaran rokok. Meskipun dampaknya krusial bagi kesejahteraan lansia, bukti empiris yang secara spesifik mengkaji fenomena crowding-out pada kelompok usia lanjut ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengeluaran rokok rumah tangga dengan alokasi pengeluaran pangan bergizi dan status gizi pada penduduk usia 45 tahun ke atas. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional menggunakan data Indonesia Longitudinal Aging Survey (ILAS) 2023. Uji chi-square dan Mann–Whitney digunakan untuk membandingkan karakteristik rumah tangga dengan dan tanpa pengeluaran rokok, sedangkan regresi logistik digunakan untuk menganalisis hubungan pengeluaran rokok dengan underweight dan overweight. Sebanyak 60,7% responden tinggal di rumah tangga dengan pengeluaran rokok. Rumah tangga tersebut mengalokasikan proporsi pengeluaran yang lebih rendah untuk pangan hewani (16,1% vs 20,2%), pangan nabati (3,8% vs 4,2%), serta sayur dan buah (7,6% vs 11,0%), dan seluruh perbedaannya bermakna (p<0,001). Median proporsi pengeluaran rokok mencapai 7,1% dari total pengeluaran bulanan rumah tangga. Meskipun demikian, pengeluaran rokok tidak berhubungan secara signifikan dengan underweight (OR 1,12; IK 95% 0,85–1,46) maupun overweight (OR 0,89; IK 95% 0,75–1,06). Penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tangga dengan pengeluaran rokok memiliki proporsi pengeluaran untuk pangan bergizi yang lebih rendah, meskipun tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan status gizi. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengendalian konsumsi tembakau sebagai bagian dari upaya mendorong alokasi pengeluaran rumah tangga yang lebih mendukung pemenuhan pangan bergizi pada rumah tangga pra-lansia dan lansia.